Advertisements
Album Review Musik Sosok

Aura Meditatif Jeko Fauzy: Auditory Pareidolia

Aura Meditatif Jeko Fauzy: Auditory Pareidolia
Jeko Fauzy Ensemble w/ Icang Rahimy & Helmy Agustrian

Gitaris Jeko Fauzy melanjutkan misi adventure-nya yang berlangsung semenjak dekade terakhir ini, antara lain melalui Sarasvati Quartet, dan Jeko Fauzy Trio di Kebun Zibiru-Bali; proyek trio awal dirintisnya bersama Indra Gupta dan Iman Najib yang meruminasikan progressive jazz dan tradisi dengan pengaruh kuat dari saksofonis Joe Rosenberg.

Baik itu Gaspar Sanz dengan balutan ritem Bali pada Sarasvati, hingga trio kontemporer, akrablah ia dengan karakter bermusik yang mengedepankan keseimbangan untuk menggugah intensitas visi di masa depan – haus ragam laboratorium ide yang subur dengan kejutan dan inovasi.

Menilik rekaman terakhirnya dalam Space Traveler bersama drummer Sandy Winarta, membuat koneksi tersebut semakin terartikulasi dan terpampang jelas dalam frase-frase kepekaan Jeko Fauzy. Kombinasi gitar jazz kontemporer, power chords dan elemen eklektik bernuansa Jeff Parker, membalut navigasi permainan Jeko dalam komposisi odd-meters dan warna yang progresif dan persuasif.

Namun inspirasi lainnya yang juga mengambil format trio, terasa lebih mendalam dan universal. Auditory Pareidolia merupakan full album sekaligus debut dari Jeko Fauzy Ensemble, yang lebih jelas mengartikulasikan aura meditatif dari gitaris/komponis ini melalui rangkaian komposisi signifikan dengan struktur yang begitu tendensius. Terkadang non-diatonis, bertebaran birama ganjil dan aura transparansi yang kental – efektif menyingkap konsep harmoni yang penuh petualangan dalam dimensi auditoris yang lihai.

Lapisan-lapisan bunyi dalam Auditory Pareidolia berbasis jazz kontemporer bukan sekedar versi lainnya dari kategori yang cukup ramai ini. Completely submerged dalam harmoni yang balans, kualitas melodi berkelas yang ditampilkannya pada Aphelion dan Hatuhaha misalnya, menjadikan interaksi ensemblenya dengan Icang Rahimy dan Helmy Agustrian ini rapat mengkristal- begitu ahlinya ia memvisualisasikan suatu landscape dengan sugesti pareidolia yang ditemukan di sebuah mimpi sadar.

Disain eklektik dari kombinasi power chords dan pergerakan melodi Auditory Pareidolia, deteksi pareidolia sentimen mimpi pada Purify, serta duet aransemen gitar Refuge semakin membuktikan keberhasilan Jeko Fauzy dalam menuangkan visi musiknya melalui penyelarasan elemen improvisasi dan struktur komposisi yang patut dipuji. Sebuah rilis baru, sekaligus rute untuk membuka mata menuju mimpi koheren Jeko yang tegas mengartikulasikan visi musikalnya yang matang. (DJ)

Cakram padat album Auditory Pareidolia bisa didapatkan dan dipesan melalui akun instagram Jeko Fauzy.

Jeko Fauzy Ensemble “Auditory Pareidolia”
Jeko Fauzy: Guitar
Icang Rahimy: Guitar
Helmy Agustrian: Acoustic Bass

 

Jeko Fauzy
Icang Rahimy
Helmy Agustrian
Advertisements

1 comment on “Aura Meditatif Jeko Fauzy: Auditory Pareidolia

  1. Pingback: Lembaran Dhani Syah dalam Leave No Page Unturned

Leave a Reply

%d bloggers like this: