Advertisements
Album Review Musik News

Tesla Manaf’s Flex On Deep Noises and Immersed Foleys

Bagi Tesla Manaf, residu dari berbagai jenis emosi spontan manusia, merupakan sebuah ruangan bermain besar yang tidak ada habisnya untuk dieksplorasi.

Bebunyian yang merepresentasikan sisi gelap emosi manusia –shadow dalam perspektif Jung: irasional dan sekaligus instinctive, komplit beserta detil-detilnya diselebrasi melalui Flex bersama drummer Rio Abror.

Sebenarnya Tesla Manaf yang mengawali karirnya di musik klasik dan jazz, baru saja menyelesaikan Toija -album ketujuhnya yang diikuti dengan solo konser yang digelar di Alur Bunyi-Goethehaus, Jakarta beberapa bulan lalu. “Lagi pengen lepasin dulu aja apa yang saya tahu; gitar dan lainnya. Mungkin ibaratnya kepingin aja start dari nol lagi dan melihat seluruh proses berkarya ini dari sudut pandang yang baru,” katanya mengenai eksplorasinya dengan semi modular dan bebunyian elektronik.

Jalur album kedelapan ini merupakan jejak narasinya dalam rangka menyerap skenario musik hasil dari ruminasi atas lingkungannya. Buram, namun terartikulasi pada saat yang bersamaan dan seperti definisi yang disampaikannya: sketsa dan proyeksi yang kadang belum mempunyai definisi bentuk, tapi dimaknai dalam bingkai penyampaian gagasan.

Dorongan keingin tahuan dan imajinasi yang sama telah melandasi proses pembuatan tujuh album sebelumnya; dan masing-masing digunakan Tesla untuk mewujudkan visinya melebur skenario musik dengan beragam sisi dari kompleksitas emosi. “Dari saya kecil, setiap anggota keluarga saya selalu mendengarkan jenis musik yang jenis dan genrenya beda-beda banget, jadi buat saya diversity selalu menarik, dan bagaimana itu semua saling mempengaruhi,” katanya menyambung rekoleksinya dengan Gyorgy Ligetti “Artikulation”, Stockhausen dan relasinya dengan pengkaryaan Flex.

Berbeda dengan A Man’s Relationship With His Fragile Area yang melagu struktur komposisi kompleks melalui kuartetnya, atau Rembah Pribumi yang multi-layered dan melodius; eksplorasi Tesla hampir full electronic pada Noisebox Project ini.

Noisebox yang didefinisikannya sebagai sebuah instrumen yang berisi kumpulan noise generator, terdiri dari effects dan semi modular yang mengakomodir pergelutan artikulasi dan jalur komunikasi dengan Rio Abror yang intuitif. –“Intinya saya lagi cari harsh noise dan bunyi-bunyi baru yang bisa ngeluasin dimensi musik saya aja, buat moda komunikasi itu kan ngga cukup cuma satu. Jadi kita harus cukup peka buat ngambil apa yang bisa dipake,” kata nominator Downbeat Reader’s Poll untuk kategori guitarist, composer, jazz album dan jazz artist ini.

Improvisasi spontan yang terinspirasi oleh bentuk dan pergerakan tubuh manusia dan adegan hidup membuat residu bunyi dari Tesla Manaf dan Rio Abror tidak hanya menjadi narasi bunyi, tapi sebuah dialog organik yang dirancang untuk membangun inter-koneksi melalui pergelutan makna di dalam lapisan-lapisan bunyi.(DJ)

Tesla Manaf & Rio Abror

 

Advertisements

0 comments on “Tesla Manaf’s Flex On Deep Noises and Immersed Foleys

Leave a Reply

%d bloggers like this: