Pertanyaan ini cukup sering muncul dalam proses penyusunan buku Antologi Musik Jazz dan Populer Indonesia, jadi mungkin ada baiknya kalau saya memberi penjelasan sedikit mengenai term yang dipilih untuk menggambarkan kategori gaya ini. Bekerja pada sebuah fakultas musik dengan spesifikasi jurusan yang mempunyai nama sama, saya juga kerap menemukan dua penafsiran berbeda, baik dari mahasiswa […]

Berhubungan dengan pembiasan fungsi seni di masyarakat dalam paradigma sosialis, dampak naratif media mainstream dalam sepuluh tahun terakhir ini terbilang sukses mentahbiskan siapa saja baik yang mempunyai potensi maupun tidak, yang ingin menjajaki mimpinya untuk menjadi musisi terkenal, artis sinetron, atau sekedar seseorang yang menyandang status selebriti. Tagline: follow your passion. Namun bagaimana jika ternyata […]

Politisasi Seni Melalui Medium Pengeksotisan Diri Medium-medium kesenian yang mengandalkan bentuk-bentuk output karya seringkali terjebak ke dalam dogma eksotisme semu yang ditanamkan secara tidak sadar oleh pengaruh politik selera dari industri kesenian. Ambil contoh istilah keren ‘world music’ misalnya, seringkali dengan mudahnya disematkan begitu saja; contoh dari korban kepentingan politisasi seni barat yang secara eksklusif […]

Kepentingan festival seni dalam agenda politik selera, dalam hemat saya menandakan terbentuknya pola yang ditanamkan dalam pola selera yang tidak bisa lepas dari tren dan subyektifitas. Suka maupun tidak, penilaian akan seni memang cenderung bernatur subyektif, namun hendaknya subyektifitas ini masih perlu dijembatani oleh pemahaman yang luas dalam konteks-konteks berkesenian yang bersifat terbuka. Sesuatu yang masih perlu dipelajari dalam usaha memahami fungsi dan keberadaan dari festival jazz di Indonesia.