Dalam tulisan ini saya ingin mencakup pembahasan atas bagaimana proses pembelajaran musik ditempatkan dalam konteks keragaman dan kompleksitasnya, dan beragam masalah dari perspektif akademik dalam mengajarkan beragam interpretasi musik barat. Kiranya menarik apabila nantinya kita bisa memahami tahapan-tahapan ini dalam kaitannya dalam proses perkembangan pendidikan musik di Indonesia, dan pada umumnya.

Pengarsipan Partitur Musik dalam Buku Antologi Musik Jazz dan Populer Indonesia Beragam usaha pengarsipan dan pemetaan ekosistim dari cabang-cabang kesenian di Indonesia, cukup mendapat perhatian dalam beberapa tahun terakhir ini baik dari kalangan pemerintah dan sebagian kalangan masyarakat. Pada bidang musik, khususnya dalam musik jazz dan populer hal ini dapat terlihat antara lain dengan diterbitkannya […]

Jazz Guitar as a ‘Young’ Jazz Instrument By Dion Janapria In the history of popular music, an electric guitar is an instrument that is still very much in infancy comparing to piano or brass and horn instruments. During jazz’s early days, banjo was much more popular not only because it’s more easily obtainable but its […]

Fungsi utama dari pencatatan notasi musik adalah untuk memberi gambaran aural dari sebuah karya musik, melalui berbagai macam bentuk simbol. Notasi musik modern yang dikenal dan dipakai sekarang umumnya berasal dari tradisi penulisan musik klasik. Meskipun format yang terstandar ini juga lazim digunakan di berbagai genre musik populer lainnya. Dalam memahami bentuk penulisan dari bunyi […]

Dalam perkembangan paradigma seni memang bisa diakui bahwa institusi kesenian, dalam konteks pendidikan tinggi khususnya, tidak akan pernah mampu mengikuti kecepatan dari perkembangan seni modern. Maka perlu diperhitungkan bahwa institusi memang perlu mendukung dan mengantisipasi perkembangan paradigma baru dalam kesenian, namun juga perlu digaris bawahi bahwa institusi kesenian tetap berkewajiban untuk memberikan dasar-dasar yang diperlukan dalam mengapresiasi seni, dan penguasaan teknis atas tradisi seni yang bersangkutan.

Terlepas dari argumentasi mengenai validitas dan kelayakan konten dari sistim pengajaran jazz tersebut, kita perlu menyadari konsekuensi dari menggunakan parameter ini secara otoriter dan absolut. Bagi seorang mahasiswa musik yang mencurahkan hatinya memainkan sebuah karya musik yang telah dipersiapkan berbulan-bulan, hanya untuk mendapati karyanya dipreteli, dianalisa dan dibedah seperti isi perut seekor kodok di meja operasi, hal ini bukanlah perkara sederhana.